Laman

Wednesday, February 2, 2011

Perkembangan Olahraga Atletik

Oleh Abdurrahman
Cabang olahraga atletik  yang  meliputi  unsur  gerakan jalan, lari, lempar dan  lompat,  disebut  juga  induk  dari semua cabang olahraga dan  merupakan  cabang  olahraga  yang usianya paling tua diantara cabang olahraga lainnya. Akibatnya dapat dipahami bahwa usia atletik itusama tuanya  dengan asal mulanya  perkembangan  manusia  itu  sendiri.  Gerakan-gerakan  yang  terdapat  dalam  olahraga  atletik   tersebut merupakan bentuk gerakan yang paling asli  dan  yang  paling wajar dimiliki oleh manusia. Gerakan yang dimaksud merupakan gerakan-gerakan  yang  paling  penting  dan  tidak  ternilai harganya bagi manusia dalam menjalani perkembangan hidupnya.
Kalau ditelusuri lebih  jauh,  eksistensi  atletik  itu dapat dikatakan selaras dengan keberadaan manusia  yang  ada di bumi. Pernyataan ini didasari oleh pendapat  Jonath,  dkk (1987 : 1) yang mengemukakan " Dalam  olahraga  atletik  itu termasuk nomor-nomor jalan, lari, lompat  dan  lempar  serta perlombaan yang ganda". Nomor-nomor dalam  olahraga  atletik tersebut telah dilakukan manusia  sejak  zaman  purba  dalam berbagai bentuk ativitas sehari-hari. Nomor-nomor tersebut merupakan juga dasar-dasar cabang olahraga lain.
Selanjutnya  Yusuf  (1973  :  4)  menjelaskan   sebagai berikut : Umpamakan saja orang yang pergi ke gunung/rimba, dan berjumpa dengan seekor binatang buas  atau  harimau; apa yang mungkin  dilakukannya  ?.  Kalau  ia  tidak membawa senjata tentu ia akan lari  dengan  secepat-cepatnya untuk melepaskan  diri  dari  bahaya  maut. Kalau ia  membawa  senjata  umpamanya,  tombak  atau kalau ia masih dapat memungut kayu/batu, maka  sudah pasti akan dilemparkannya kepada binatang buas itu. 
Berdasarkan kutipan tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa benar kalau dikatakan atletik  itu  lahir  bersama-sama dengan hadirnya manusia di bumi  ini.  Hanya  saja pengkatagoriannya ke dalam olahraga atletik  belum  didasari pada saat itu.  Untuk lebih memahami  tentang  sejarah maupun riwayat perkembangan atletik sebagai  suatu  cabang  olahraga,  yang dimulai sejak zaman primitif sampai pada zaman modern ini, maka penulis akan menguraikan  perkembangan  dan kemajuan olahraga atletik tersebut dalam beberapa tahap,  diantaranya adalah :  
Perkembangan Atletik  
Perkembangan atletik sebagai cabang olahraga selaras dengan perkembangan kondisi, teknik dan gaya  serta  diikuti dengan peningkatan dalam berbagai bidang sarana dan prasarana. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bernhard  (1986  :  5), bahwa : "Atletik itu telah dikenal sejak  lama  di  berbagai negara, kemudian berkembang dengan kondisi serta peningkatan dalam berbagai bidang sarana, teknik dan gaya". Lebih lanjut Mane (1986 : 7) menjelaskan sebagai berikut : Bangsa Yunani telah mengadakan suatu pesta  olahraga yang besar, yang diberi nama pesta Olympiade dan telah dimulai sejak tahun 776 Sebelum Masehi,  pertandingan pada festival yang dimaksudkan telah  menggabungkan sikap patriotisme, agama  dan  olahraga  atletik. Festival tersebut dilakukan setiap 4  (empat) tahun sekali. Lomba atletik yang pertama konon hanya diperlombakan nomor lari 200 meter dekat kota  kecil Olimpiade.  
Kutipan di atas dapat disimpulkan, bahwa Negara  Yunani merupakan negara  yang  pertama  mengadakan  pesta  olahraga Olympiade, dan pada saat itu telah digelar salah satu  nomor atletik yang diperlombakan, yaitu nomor 200 meter. Bersamaan dengan itu juga digabungkan penilaian dengan unsur  patriotisme dan agama. Berdasarkan penjelasan tersebut  maka untuk pertama sekali Olympiade Modern diadakan di  Negara  Yunani. Hal ini senada dengan penjelasan dari Yusuf (1973 : 7) sebagai berikut : Atas inisiatif seorang Bangsa Perancis yang  bernama Piarre Baron de Cobertin, maka Olympiade Modern  diadakan pada tahun 1896 dan oleh karena tempat  kelahiran olahraga atletik itu berasal dari Yunani, maka atas usul Piarre Baron de Cobertin Olympiade pertama diadakan di Ibukota Yunani, Athena. Setelah Olympiade  pertama  tersebut  maka  penyelenggaraan   pesta Olympiade diadakan setiap 4 (empat) tahun sekali. 
Dalam pesta tersebut diadakan permainan-permainan gerak badan yang disebut dengan "gymnastiek" yang dilakukan  dalam keadaan "gymnos" yang berarti telanjang. Pengembangan dari gymnastiek ini terjadilah suatu pertandingan atau  "athlon".  Permainan yang terkenal pada zaman itu  adalah  "pentathlon, yaitu perlombaan lari, melompat, melempar lembing dan bergumul. Istilah tersebut sekarang lebih dikenal dengan  istilah pertandingan olahraga. Pertandingan ini merupakan perlombaan utama bagi bangsa Yunani. 
Perkembangan atletik di Yunani mengalami masa keemasan, kira-kira antara tahun 500 - 400 Sebelum Masehi. Pada  zaman itulah munculnya dua orang juara dari  bangsa  Yunani,  yang bernama Iccus dan Herodicus. Konon kedua orang ini merupakan peletak dasar dari latihan yang teratur dari cabang olahraga atletik. Dalam hal ini Mane, (1986 : 7) menjelaskan bahwa : Kompetisi atletik telah dimulai lebih dari 200 tahun yang lalu  di  Negara  Yunani.  Bangsa  Yunani  Kuno adalah atlit-atlit dunia yang pertama. Mereka  mampu berlari cepat dan kuat  dalam  perlombaan  ketahanan serta mahir dalam melakukan  gerakan  dasar  atletik seperti,  nomor  lompat,  lempar  dan  nomor   tolak peluru. 
Pada  tahun  1868  untuk  pertama  kalinya  di  Inggris dilangsungkan kejuaraan atletik, dan setelah kejuaraan  tersebut maka atletik tersebar keseluruh pelosok dunia. Namun sebelum itu, mahasiswa-mahasiswa  Perguruan Tinggi Exeter College Oxford Inggris sempat membentuk perkumpulan  atletik yang pertama,  seperti  perkumpulan  atletik  sekarang  ini. Kejuaraan atau  perlombaan  atletik  yang  digelar  tersebut dilakukan untuk kalangan mereka sendiri, selanjutnya  tersebar dan  diikuti  oleh  berbagai  perguruan  tinggi  lainnya termasuk  Universitas  Combrigde.  Pada  tahun  1850   untuk pertama kalinya kejuaraan  atletik  antar  perguruan  tinggi Se-Inggris yang  diadakan  oleh  para  mahasiswa.  Kejuaraan tersebut diprakasai oeh mahasiswa  perguruan  tinggi  Exeter College. Kemudian pada tahun 1886 di Amerika  Serikat  diselenggarakan kejuaraan atletik oleh New  York  Atletik  Club, dan untuk pertama kalinya atlit-atlit yang berlomba  memperkenalkan "Spikes" (sepatu berpaku) kepada dunia atletik. 

Perkembangan dan Kemajuan Atletik di Indonesia 
Perkembangan atletik di  Indonesia diperkenalkan oleh bangsa Belanda, pada tanggal 12 Juli 1917 dengan  didirikannya perkumpulan atletik, dan diberi nama NIAU (Nederland Indische Atletiek Unie). Pengurus dan  atlit-atlitnya  sebahagian besar terdiri dari pemuda-pemudi  bangsa  Belanda  atau Indo-Belanda. Atlit-atlit pribumi yang bermunculan pada saat itu antara lain Muhammad Noerbambang pelari 100 meter,  yang pernah mencapai waktu 10,8 detik dan Harun  Al-Rasyid  atlit lompat tinggi dengan prestasi lompatan mencapai  1,80  meter dan juga menjuarai nomor lompat jauh dengan prestasi lompatan mendekati 7,00 meter (PB PASI, 1988 : 5). Pada tanggal 3 September 1950 didirikan organisasi  atletik yang diberi nama dengan PASI (Persatuan Atletik  Seluruh Indonesia) di kota Semarang.  Tujuan  didirikannya  PASI ini adalah untuk mengembangkan olahraga atletik agar seluruh masyarakat Indonesia dapat  merasakan  dan  menikmati  serta menyumbangkan pemikiran yang konstuktif untuk pembinaan cabang  olahraga tersebut. 
Sebelum pembentukan PASI, pada bulan  Januari  1946  di kota Solo diselenggarakan kongres yang bertujuan untuk menghidupkan kembali keolahragaan di  Indonesia.  Hasil  kongres tersebut terbentuk Persatuan  Olahraga  Republik  Indonesia, yang kemudian disingkat PORI. Tugas pertama PORI adalah  menyelenggarakan  Pekan  Olahraga  Nasional  (PON).  PON  yang pertama  diselenggarakan  di  kota  Solo  pada  tanggal   12 September 1948, yang dibuka  langsung  oleh  Bapak  Presiden Republik Indonesia I (Ir. Soekarno) dan juga  dihadiri  oleh Wakil Presiden beserta para Menteri Kabinetnya.  
Cabang olahraga atletik merupakan dasar-dasar setiap cabang olahraga lain. Hal ini terlihat dari  gerakan-gerakan yang terdapat dalam nomor-nomor atletik. Berdasarkan asumsi tersebut maka cabang olahraga atletik dapat dipandang  sebagai Ibu semua cabang olahraga atau lebih dikenal dengan  istilah "Mother of Sport". Sehubungan dengan asumsi yang telah dikemukakan, Jonath  dkk  (1987  :  1)  menjelaskan  sebagai berikut : Atletik yang sedang  berkembang  sekarang  merupakan inti dari pesta Olympiade dan merupakan cabang olahraga yang menjadi dasar bagi kebanyakan cabang olahraga lain. Latihan  atletik  juga  merupakan  sarana yang baik untuk meningkatkan kemampuan  fisik  dalam mencapai prestasi yang optimal. Dengan latihan atletik  dapat  mengembangkan  dan  meningkatkan  sistem jantung-paru, peredaran darah, dan sistem saraf maupun komponen-komponen yang menjadi dasar untuk fisik seperti kekuatan, daya  tahan,  kecepatan,  stamina, daya ledak otot, dan koordinasi. Merujuk pada penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa latihan-latihan cabang olahraga atletik selain  mencapai prestasi yang tinggi,  juga  dapat  meningkatkan  sistem metabolisme tubuh, sistem pernafasan dan sistem pensarafan. 
Atletik merupakan  aktivitas  jasmani  yang  kompetitif atau dapat diadu, dan meliputi  beberapa  nomor  lomba  yang terpisah berdasarkan kemampuan gerak dasar manusia  seperti berjalan, berlari, melompat dan  melempar.  Pada  awal  mula bentuk atletik yang mulai terorganisir/teratur  umumnya diakui telah terjadi sejak zaman  Yunani  Kuno  dan  dikenal dalam Olimpiade Purba. Selain membantu memelihara  keadaan  kesegaran  jasmani dan mempertajam  prestasi  pribadi  individu,  atletik  juga memberikan lahan riset tentang gerak tubuh  manusia,  yang memiliki keuntungan sebagai sarana yang tepat  dalam  proses pengukuran khususnya waktu dan jarak (PASI, 1993 :1). 
Sebagai olahraga yang mendasari cabang  olahraga  lainnya, atletik merupakan cabang olahraga yang paling tua yaitu olahraga yang terlahir bersamaan dengan  adanya  manusia  di muka bumi ini. Dalam hal ini Arma (1985 : 39) menjelaskan :Atletik yang meliputi jalan, lari, lompat dan lempar boleh dikatakan sebagai cabang olahraga paling  tua, karena umur atletik sama tuanya dengan mulai  adanya manusia di permukaan bumi ini. Jalan,  lari,  lompat dan lempar adalah bentuk-bentuk gerakan yang  paling asli dan paling wajar dari manusia, dalam  mempertahankan proses kehidupan sehari-hari. 
Atletik  yang  berisikan  gerak-gerak  dasar (alamiah) tersebut disamping merupakan salah satu cabang olahraga yang mendasari cabang olahraga lainnya dan disebut  juga  sebagai induk dari semua cabang olahraga  (mother  of  sport),  juga unsur gerak atletik tersebut adalah unsur gerak yang  sangat penting dan tidak ternilai harganya  bagi  proses kehidupan manusia pada zaman purba maupun pada zaman modern ini. Unsur gerak tersebut digunakan oleh manusia  purba  sebagai  upaya mempertahankan  diri  dari  lingkungan  alam   yang   kurang bersahabat pada waktu itu.  Manusia  purba  melakukan  gerak lari, lompat dan lempar  hanya  untuk  menghindari  serangan bahaya binatang buas dan untuk mendapatkan  binatang  buruan demi kelangsungan hidupnya.  Sedangkan  pada  manusia  zaman modern ini gerak-gerak  atletik  selain  dipergunakan  untuk proses-proses kelangsungan hidupnya, juga sudah dipergunakan untuk proses pencapaian prestasi olahraga atletik.  Prestasi yang diperoleh juga akan  mendapatkan  suatu  prestise  bagi dirinya maupun bagi negara naungannya. Disamping itu juga akan diperoleh keuntungan-keuntungan moril  maupun  material lainnya. 
Kepustakaan
Abdullah, A. 1985.  Olahraga  untuk  Pembina,  Pelatih,  dan Penggemar. PT. Sastra Hudaya : Jakarta
Adisasmita, Y. 1989. Hakekat Filsafat dan Peranan Pendidikan Jasmani dalam Masyarakat. Dep. P & K.  Dirjen  Dikti LP2TK : Jakarta

Askas,  R.A.  1971.  Pedoman  Latihan  Atletik.   PT.   Enka Parahiyangan : Jakarta
Benhard, G. 1986.  Atletik,  Prinsip  Dasar  Latihan  Loncat Tinggi, Jauh,  Jangkit  dan  Loncat  Galah.  Cetakan Pertama, Effhar Offset : Semarang
Hamidsyah. 1993. Kepelatihan Dasar. Dep. P & K. : Jakarta

Jarver, J. 1986. Belajar dan Berlatih Atletik  untuk  Coach, Atlet, Guru Olahraga dan Umum. Pioneer : Bandung
Jonath, U dkk. 1987. Atletik I, Lari, Loncat (Latihan Teknik dan Taktik). Rosda Jaya Putra : Jakarta
Mane, F. Mc. 1986. Dasar-dasar Atletik. Angkasa : Bandung
Nossek,  J.  1982.  General  Theory  of  Training.  National Institute for Sports, Pan African Press Ltd : Logos

Sudarno. 1991. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi : Jakarta

No comments:

Post a Comment