Laman

Sabtu, 29 Januari 2011

Pembinaan Senam Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani pada hakekatnya merupakan kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas dengan produktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kebugaran jasmani yang dimaksud bukan hanya mencakupi dimensi fisik saja, tetapi juga mental, sosial dan emosional, sehingga merupakan kesegaran atau kebugaran total (total fitness).
Kebugaran jasmani seseorang itu sifatnya tidak statis tetapi berubah-ubah sesuai dengan aktifitas fisik yang dilakukan, khususnya latihan olahraga. Latihan yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani sesuai dengan tuntutan masing-masing aktivitas fisik yang dilakukan. Latihan tersebut harus dilakukan dengan perencanaan, sistematis, berjenjang meningkat (progressive overload) dan berkelanjutan. Kebugaran jasmani tersebut sifatnya spesifik, artinya orang yang segar atau “fit” untuk bermain olahraga bulutangkis tidak selalu “fit” untuk cabang olahraga lain misalnya sepakbola. Derajat kondisi kebugaran jasmani tinggi (puncak) yang dicapai seseorang pada masa tertentu tidak mungkin dipertahankan pada posisi yang sama sepanjang masa, tetapi berfluktuasi tergantung pada latihan yang dilakukannya. 
Kepala Biro Kemahasiswaan & Mahasiswa
Untuk mencapai tingkat kebugaran jasmani yang baik, perlu dilakukan latihan terus-menerus, berkesinambungan dengan menggunakan media sarana yang beraneka ragam secara teratur, terukur dan sistematis. Guna mendorong timbulnya kebiasaan bergerak atau melakukan latihan jasmani secara teratur dan terukur ini, dibutuhkan suatu bentuk latihan yang dapat menarik minat dan kesenangan dari para peserta latihan dengan karakteristik sesuai dengan usia, pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental.
Sejalan dengan perkembangan  zaman, ternyata olahraga senam merupakan salah satu olahraga aerobik yang sangat baik untuk meningkatkan kesegaran jasmani bagi pelakunya. Olahraga senam ini lebih mengarah pada kegiatan olahraga yang berprinsip 5 M, yaitu mudah, murah, manfaat, meriah dan massal. Pada awalnya bersifat non kompetitif, dipakai untuk mengisi kegiatan pada jam krida olahraga, sesuai keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1984 tentang jam Krida Olahraga.
SKJ Bersama Mahasiswa Penjaskesrek
Dalam rangka upaya meningkatkan gerakan panji olahraga “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat” melalui kegiatan pembinaan olahraga masyarakat khususnya di lingkungan Kampus Darussalam, Program Studi Pendidikan Jasmani ,Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala telah membentuk tim force (pengelola) senam massal untuk pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat kampus di lapangan Tugu Darussalam
Kegiatan pembinaan senam kebugaran jasmani yang  dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Unsyiah dapat meningkatkan derajat kebugaran jasmani bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa Program Studi Penjaskesrek menjadi lebih baik jasmaninya bila dibandingkan dengan mahasiswa program studi lain. Kegiatan pembinaan senam kebugaran dilaksanakan pada setiap hari Jum'at mulai pukul 07.30 - 08.30 wib dan dilanjutkan dengan pembinaan olahraga prestasi.

4 komentar: